
Batang Hari, 17 Oktober 2025 — MTsN 8 Batang Hari menggelar sesi pembelajaran Akidah Akhlak yang menarik dengan materi yang erat kaitannya dengan sejarah Islam di Nusantara, yaitu Kisah Keteladanan Walisongo. Pembelajaran ini dilaksanakan pada Jumat, 17 Oktober 2025, dipandu oleh guru mata pelajaran, Ibu Widiya Ningsih.
Pemilihan materi Walisongo dalam Akidah Akhlak bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter luhur yang dicontohkan oleh sembilan tokoh penyebar Islam di Jawa tersebut. Materi ini fokus pada aspek akhlak dan metode dakwah damai yang mereka terapkan, menjadikannya relevan sebagai teladan bagi siswa.
Meneladani Metode Dakwah yang Santun
Ibu Widiya Ningsih memaparkan kisah dan perjuangan masing-masing Wali, menyoroti bagaimana mereka berhasil mengislamkan masyarakat tanpa kekerasan, melainkan melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal. Fokus pembahasan meliputi:
Integrasi Budaya: Menjelaskan bagaimana Walisongo menggunakan seni (seperti wayang, tembang, dan gamelan) sebagai media dakwah, yang menunjukkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap tradisi lokal.
Akhlakul Karimah: Menyoroti sifat-sifat mulia para Wali, seperti kesabaran (contohnya Sunan Kalijaga), kedermawanan (contohnya Sunan Drajat), dan kerendahan hati dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Filosofi Hidup: Membahas ajaran-ajaran moral yang terkandung dalam filosofi dakwah Walisongo, yang relevan dengan pembentukan karakter siswa.
Ibu Widiya Ningsih mendorong siswa untuk melihat Walisongo sebagai pahlawan agama yang menunjukkan bahwa kebenaran harus disampaikan dengan akhlak yang baik dan cara yang bijaksana (hikmah).
Pesan Akhlak untuk Generasi Muda
Melalui pembelajaran ini, diharapkan siswa MTsN 8 Batang Hari dapat mengambil pelajaran berharga dan mengimplementasikan nilai-nilai Walisongo, seperti toleransi, kerja keras, dan kepedulian sosial, dalam kehidupan sehari-hari.
"Kisah Walisongo mengajarkan kita bahwa dakwah sejati adalah menampilkan Islam melalui perilaku dan akhlak yang menyejukkan. Ini adalah inti dari Akidah Akhlak yang harus kalian praktikkan," tegas Ibu Widiya Ningsih kepada para siswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk membentuk generasi yang memiliki keimanan kuat sekaligus berbudaya luhur, sesuai dengan semangat ajaran Islam di Indonesia.
Ds
|
166x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...