
Pada Sabtu, 25 Oktober 2025, suasana pagi di kelas 7.1 MTsN 8 Batang Hari tampak berbeda dari biasanya. Kelas Bahasa Inggris yang dipandu oleh Ibu Isgianti, S.Pd.I., dipenuhi tawa dan semangat belajar para siswa. Pada hari itu, materi yang dibahas adalah "Have and Has, Don’t and Doesn’t", yang merupakan dasar penting dalam kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris.
Kegiatan pembelajaran dimulai dengan salam pembuka dan absensi siswa. Ibu Isgianti memeriksa kehadiran dengan cara yang hangat, menyapa setiap siswa menggunakan bahasa Inggris, seperti "Good morning, how are you today?". Cara ini membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan mendorong siswa untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris, meskipun dengan kalimat sederhana.
Setelah absensi, Ibu Isgianti menjelaskan tujuan pembelajaran hari itu, yaitu agar siswa dapat menerapkan penggunaan kata "have/has" serta "don’t/doesn’t" dalam kalimat sederhana. Sebelum masuk ke materi inti, ia mengulang kembali penjelasan pelajaran sebelumnya untuk memastikan pemahaman siswa tetap terjaga. Dengan gaya mengajar yang energik dan penuh kesabaran, Ibu Isgianti mampu membuat konsep tata bahasa yang sering dianggap sulit menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa.
Pembelajaran semakin menarik ketika para siswa diberikan latihan soal pengayaan. Mereka diminta membuat kalimat menggunakan "have/has" serta "don’t/doesn’t" sesuai dengan subjek yang diberikan. Siswa tampak antusias menjawab pertanyaan dan saling membantu teman yang masih mengalami kesulitan. Ibu Isgianti terus memberikan motivasi dan mengingatkan, "Remember, we use has for he, she, and it — and have for I, you, we, they!". Suasana kelas pun semakin aktif dan penuh semangat.
Menjelang akhir pelajaran, kegiatan ditutup dengan sesi kesimpulan bersama. Siswa diminta menyebutkan contoh kalimat yang benar, dan beberapa di antaranya berani mengucapkannya secara lisan di depan kelas. Salah satu siswa, Adzanatul Milda, menunjukkan kemampuan yang menonjol dengan lancar membuat dan mengucapkan kalimat menggunakan "don’t" dan "doesn’t" dengan pengucapan yang tepat. Teman-temannya memberikan aplaus, menambah suasana kelas yang menyenangkan.
Ibu Isgianti berharap agar para siswa semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris, baik di dalam maupun di luar kelas. Ia menyampaikan, "Bahasa Inggris bukan sesuatu yang sulit jika kita terbiasa menggunakannya dalam keseharian." Harapan ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan berlatih.
Pembelajaran hari itu menjadi bukti bahwa belajar bahasa asing dapat berlangsung secara menyenangkan, interaktif, dan penuh keceriaan. Dengan pendekatan yang ramah dan metode pembelajaran yang aktif, Ibu Isgianti berhasil menumbuhkan minat dan rasa percaya diri siswa kelas 7.1 dalam mempelajari bahasa Inggris sejak dini.
|
182x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...